Selama ini Ridwan memang diketahui bersama Din Minimi bergerilya di hutan. Terakhir Ridwan, Din Minimi, Bahar, Beurijuk,
alu, Jubir sempat berpose bersama dengan Abdul Hadi alias Adi Maros di perkebunan Aceh Timur, sembari menenteng senapan serbu jenis AK.
alu, Jubir sempat berpose bersama dengan Abdul Hadi alias Adi Maros di perkebunan Aceh Timur, sembari menenteng senapan serbu jenis AK.
Foto tesebut tersebar luas di dunia maya. Begitu tulis Modus Aceh edisi 24-30 Agustus 2015.
Ridwan diduga terlibat penculikan Hamdani (45) warga Mane Krueng. Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe pada 31 Juli lalu, selanjutnya suami Fitriani ini juga diduga terlibat pemberondongan dan pembakaran truk Colt Diesel Mitsubishi Milik Saiful Bahri, Panglima Sagoe Komite Peralihan Aceh (KPA). Dua kasus kejahatan itulah yang dituduhkan padanya oleh Direktur Reserse Kriminal Umum POLDA Aceh Kombes Pol Nurfallah.
Apa pun dosa warga Pulo Meuria, Kecamatan Geureudong Pase, Aceh Utara ini tidak seharusnya timah panas menjadi putusan pengganti sang hakim. Penegakan hukum bisa menangkap dan membawanya ke meja hijau, biarkan hakim yang memutuskan hukuman bagi nya. Karena negara Indonesia adalah negara hukum.
Apalagi penyergapan yang sempat menjadi Headline media di Aceh itu, ternyata sarat rekayasa. Pengakuan pihak kepolisian dan keluarga jauh berbeda.
Menurut keluarga Ridwan, kejadian itu bermula sekitar jam 17.00 Wib. Saat itu kata Abdiansyah (45), Ridwan baru saja tiba dari kawasan Aceh Timur menggunakan sepeda motor. Setelah tiba dirumah ia langsung bertemu ibunya, Rohani. Ibunya sempat bertanya "kapan pulang nak ?" cerita abang kandung nya itu meniru ucapan ibunya, Ridwan menjawab barusan mak, melihat badannya yang kusut ibunya bertanya lagi, "kenapa badanku nak," Ridwan menjawab lagi, "saya sakit mak, mau istirahat dulu" sembari ia menuju tempat tidurnya, itu merupakan percakapan terakhir antara sang ibu dengan buah hatinya yang telah ber umur 35 tahun itu.
"Tak lama kemudian sebuah mobil Avanza datang , keluar empat anggota polisi dari dalam mobil pribadi itu dan langsung menggedor pintu, dua anggotanya masuk dan dua lainnya tetap berjaga diluar, tak lama berselang Ridwan pun ditangkap, saat proses penangkapan Ridwan sempat melawan, juga dibantu ibunya didalam rumah, namun usaha mereka tidak berhasil, Polisi langsung membawa Pria berbaju hitam itu keluar rumah, sesampai di halaman rumah Ridwan terjatuh, dua polisi diluar tersebut langsung menembaknya dibagian rusuk kiri dengan menggunakan senjata jenis pistol," ungkap Abdiansyah.
Tidak selesai disitu, Ridwan yang telah roboh dan bermandikan darah ditarik kebelakang rumah dan keluarga dilarang melihat tubuh korban yang terkulai itu. "Selanjutnya polisi menelpon sejumlah polisi yang sedang menyisir wilayah itu, sambil menunggu kedatangan bala bantuan empat polisi tersebut mengambil senjata laras panjang di mobil dan selanjutnya melepaskan tembakan ke udara selama dua puluh menit, letusan senjata itu yang dijadikan alasan seolah telah terjadi kontak tembak komplotan Din Minimi dengan pihak kepolisian," begitu kisah sebenar nya ungkap Abdiansyah.
"Selanjutnya polisi tersebut dan menggeledah rumah hingga ditemukan sepucuk senjata dan sejumlah amunisi yang terbungkus dalam goni warna putih," sambung Abdiansyah.
Namun foto yang dimuat di sejumlah media senjata jenis AK itu berada disamping mayat Ridwan yang terkulai dibelakang rumah, yang seolah baru saja dilumpuhkan dalam kontak tembak sore kamis itu.
Abdiansyah menyayangkan tindakan polisi yang langsung menembak adiknya, padahal saat penangkapan ia tidak menggunakan senjata apapun dan hanya bersama ibu, bukan bersama 4 komplotan lain. Itu sebabnya kata Abdiansyah ia bersama keluarga berencana melapor kasus tersebut ke Komisi Hak Asasi Manusia ( Komnas Ham ), Ungkap Modus Aceh.
Tag :
Berita Aceh,
Feature


0 Komentar untuk "Timah Panas Vonis Terakhir Ridwan"